Tentang Diary Ibu

Tentang Diary Ibu

Diary Ibu Aku, 26 tahun,  adalah seorang Ibu dari 3 anak yang sangat cantik yang saat ini tinggal di New York, USA.

Aku, seperti setiap wanita lain yang aku kenal, terus-menerus membandingkan diriku dengan wanita lain. Aku tidak hanya berpikir aku telah mengalami hari yang buruk , kupikir aku  adalah seorang ibu yang buruk, seorang wanita tidak menarik, atau bahkan lebih buruk, MEMBOSANKAN.

Aku membayangkan semua wanita yang lain begitu bahagia, tidak seperti aku yang harus melakukan pekerjaan ibu rumah tangga. Semua wanita bisa melakukan apa saja yg mereka suka tanpa harus memikirkan tanggung jawab terhadap anak-anaknya.

Setiap hari pemikiran seperti itu terus menyiksaku, hingga kemudian suatu hari, salah satu anak wanitaku berkata: “Ibu, aku pikir Ibu adalah Ibu terbaik di dunia!” Perlu diketahui, anakku bahkan tidak cukup tua untuk tahu bahwa ada ibu-ibu lain di luar sana. Aku adalah IBU mereka, Aku adalah IBU terbaik di dunia. Tak mampu aku ungkapkan betapa bahagia diriku ketika mendengar kata itu dari bibir manisnya.

Berbagi dengan ibu-ibu lain selalu membuatku merasa lebih baik jadi aku pikir aku akan membuat blog ini sebagai cara untuk berbagi tips yang aku peroleh dari kehidupanku sendiri dan kehidupan teman-teman yang lain dengan tujuan untuk menjadi ibu terbaik di dunia.

Jika Anda berpikir tidak mungkin untuk menjadi Ibu terbaik, cobalah meminta pendapat anak-anak Anda. Mereka benar-benar adalah penilai terbaik tentang sebuah karakter manusia.

Dan blog Diary Ibu ini berawal dari perkenalan aku dengan seseorang yang tak ingin disebut namanya di jaringan sosial Twitter, yah aku termasuk salah satu twitteraddict. Dia menyarankan aku untuk berbagi kisahku kepada seluruh Ibu di dunia ini. Dia meyakinkan aku bahwa setiap Ibu harus sadar untuk jangan pernah merasa bahwa mereka adalah seorang Ibu yang gagal bagi anak-anak mereka, karena bagi anak-anak mereka, dia adalah Ibu terbaik di dunia. Dia bahkan menyediakan segalanya untuk aku yang awam tentang apa yang harus dilakukan untuk memiliki  blog yang amazing seperti Diary Ibu ini. Ketika aku menanyakan alasannya kenapa, salah satu jawabannya yang menyentuh hatiku adalah, “Ibuku, hanya satu-satunya orang tua yang masih kumiliki kini, kepergian ayahku membuatku sadar bahwa selama ini aku kurang memperhatikan mereka. Kini, tak akan kulewatkan seharipun tanpa mengatakan betapa aku menyayangi ibuku karena kita tak pernah tahu apa yang mungkin terjadi esok.

Well, THANK YOU, Mr. AM!

Kini, aku hanya ingin menjadi seorang Ibu yang mampu membuat anak-anakku bahagia, karena bagiku MEREKA ADALAH SEGALANYA.

Diary Ibu